
IKONSULTRA.COM : KENDARI – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan kunjungan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Wakil Gubernur Sultra, Hugua, pada Selasa, 2 Desember 2025, di Kota Kendari.
Rombongan JMSI Sultra yang diketuai Adhi Yaksa Pratama dan diwakili Sekretaris Umum, Muh. Irvan S., datang untuk menyampaikan sejumlah program strategis organisasi serta memperkuat jalinan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra.
Dalam pertemuan tersebut, Irvan memaparkan rencana besar JMSI, yakni agenda Pelantikan Pengurus JMSI Periode 2025–2030. Ia menyebutkan bahwa pelantikan itu akan dirangkai dengan dua kegiatan utama: JMSI Talk dan JMSI Awards 2025.
“Kami datang bersilaturahmi sekaligus memohon arahan dari Bapak Wakil Gubernur. Pelantikan ini akan kami rangkai dengan JMSI Talk dan JMSI Awards 2025 sebagai upaya memperkuat konsolidasi pers siber di Sultra,” ujar Irvan.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, kolaborasi antarinsan pers dapat semakin solid, sekaligus memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berjasa terhadap perkembangan media siber di Sulawesi Tenggara.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan pengurus JMSI. Ia menilai agenda yang dirancang JMSI mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan ekosistem media siber di daerah.
“Saya sangat mengapresiasi rencana pelantikan, JMSI Talk, dan JMSI Awards 2025. Ini langkah positif untuk membangun ekosistem pers siber yang berkualitas di Sultra,” kata Hugua.
Dalam kesempatan itu, Hugua juga menekankan pentingnya komunikasi, dialog, dan kerja bersama antara pemerintah, media, serta masyarakat. Ia menyebut banyak persoalan muncul akibat kurangnya ruang komunikasi antarpihak.
“Kita tersentak melihat bahwa dialog itu tidak terbangun. Pemerintah berjalan dengan caranya sendiri, masyarakat dengan caranya sendiri. Padahal kami diberi amanah untuk membangun kebersamaan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa masalah kolektif sering timbul karena setiap pihak bekerja dengan orientasinya masing-masing tanpa membangun pemahaman yang sama.
“Kenapa kita bekerja sendiri-sendiri? Banyak pekerjaan dilakukan hanya untuk kepentingan organisasi, padahal secara kolektif kita tidak butuh hasil yang seperti itu,” tegas Wagub.
Hugua berpesan agar insan pers tidak sekadar bekerja untuk kebutuhan institusi atau pribadi, tetapi mampu menjadi pendorong perubahan yang membawa nilai inspiratif bagi masyarakat luas.
“Wartawan bukan semata bekerja untuk kepentingan publik, tetapi harus mampu menjadi inspirasi untuk menyadarkan cita-cita bersama dan memperbaiki diri secara kolektif,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen dari Pemerintah Provinsi Sultra untuk mendukung program JMSI Sultra, terutama dalam memperkuat sinergi strategis antara pemerintah dan media siber di wilayah ini.
Laporan:Redaksi.
Tidak ada komentar