
IKONSULTRA.COM : JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Anton Timbang mengusulkan percepatan hilirisasi Aspal Buton sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional dalam pertemuan pengurus Kadin se-Indonesia bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kadin mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar percepatan hilirisasi industri Aspal Buton dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Buton. Usulan tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi Aspal Buton sebagai deposit aspal alami terbesar di dunia, sehingga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara sekaligus memperkuat kemandirian industri aspal nasional.
Pengembangan industri Aspal Buton juga mendapat dukungan investasi sebesar Rp1,4 triliun dari Danantara yang akan difokuskan untuk mempercepat hilirisasi dan pembangunan industri pengolahannya.
Kadin turut menyambut baik rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Investasi dan Pengembangan Industri Pengolahan Aspal Buton. Melalui regulasi tersebut, pemerintah akan membentuk Badan Usaha Pengembang Aspal Buton Olahan (BUPABO) yang bertugas merencanakan, membangun, hingga mengoperasikan industri pengolahan Aspal Buton.
Kadin berharap Presiden memberikan ruang bagi Kadin Indonesia beserta jajaran di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk terlibat dalam BUPABO. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar Kadin dapat melakukan pengawasan terhadap penyerapan, penerapan spesifikasi Asbuton olahan, serta memastikan pengembangan industrinya berjalan secara optimal.
Komitmen memperjuangkan potensi ekonomi daerah di tingkat nasional ditunjukkan melalui kehadiran jajaran Kadin Sultra dalam forum strategis tersebut. Setiap provinsi diwakili oleh tiga pengurus Kadin. Kadin Sultra diwakili langsung oleh Ketua Kadin Sultra Anton Timbang, Fatmayani Harli Tombili, dan Vebrianti Safruddin.
Ketiganya bergabung bersama sekitar 150 pengurus Kadin Indonesia, perwakilan Kadin dari 38 provinsi, serta berbagai asosiasi dunia usaha dari seluruh Indonesia. Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara Doni Oskaria.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah melalui empat program quick wins, yakni Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan renovasi rumah tidak layak huni.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sinergi yang dibangun Kadin bersama pemerintah. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, serta ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Melalui kehadiran langsung Anton Timbang bersama delegasi Kadin Sultra di Istana Merdeka, diharapkan perjuangan mendorong hilirisasi Aspal Buton semakin mendapat dukungan pemerintah pusat sehingga mampu menjadi pilar utama kemandirian industri aspal nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Laporan:Redaksi.
Tidak ada komentar