banner 970x250

Wakil Bupati Konawe Dorong Langkah Kongkret Tekan Peredaran Narkoba

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Jan 2026 20:16 0 103 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Ancaman narkoba di Kabupaten Konawe kian mengkhawatirkan. Data pemerintah pusat menempatkan Konawe sebagai daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Sulawesi Tenggara, bahkan disebut sudah berstatus darurat narkoba.

Merespons kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe menggelar Pentas Musik Edukatif Anti Narkoba di Inolobungadue Central Park, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah preventif dengan pendekatan hiburan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya narkotika.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim,SE., M.Si., Kepala BNNK Konawe, Kompol H. B. Tira Wijaya, A.Md., S.H., Dirut RSUD Konawe, Camat Unaaha Asran Laloasa, S.Sos., M.M., Kapolsek Unaaha Iptu La Ode Anti, perwakilan BPR Bahteramas, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Konawe, mengaku terkejut dengan posisi Konawe dalam rilis nasional. Menurutnya, peredaran narkoba kini telah menyasar usia sekolah.

“Sangat miris, ternyata penggunanya bukan hanya orang dewasa, tapi sudah merambah ke usia sekolah SMP, SMA, bahkan tidak menutup kemungkinan tingkat SD sudah mulai disasar oleh pengedar,” ungkapnya.

Syamsul menegaskan pentingnya peran orang tua untuk segera mengambil langkah rehabilitasi medis jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba pada anak.

“Ada perbedaan besar. Jika dibawa sendiri ke BNNK untuk rehabilitasi, mereka tidak akan dipidana. Namun, jika ditangkap oleh Satreskoba Polres, maka suka atau tidak suka akan berurusan dengan hukum dan ada pidananya,” jelasnya.

Ia juga meminta langkah kongkret dari Polres dan BNNK, khususnya di kawasan industri Morosi yang mencakup sembilan desa rawan peredaran narkoba.

“Harapan kita, melalui langkah nyata ini, peredaran narkoba bisa berkurang secara bertahap sehingga Kabupaten Konawe tidak lagi menyandang predikat peringkat pertama peredaran narkoba,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Konawe, Kompol H. B. Tira Wijaya, A.Md., S.H., menegaskan bahwa pentas musik edukatif ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa.

“Kabupaten Konawe saat ini berada pada posisi yang memprihatinkan. Sulawesi Tenggara tercatat sebagai provinsi dengan pengguna narkoba tertinggi di Indonesia, dan di tingkat provinsi, Konawe adalah yang tertinggi. Ini sudah status darurat narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Fakta di lapangan menunjukkan, sejak dua bulan rehabilitasi BNNK Konawe terbentuk, sudah 15 anak menjalani rehabilitasi.

“Alasan utama anak-anak ini terjerumus adalah kurangnya perhatian dari orang tua. Kami juga memperingatkan dengan keras kepada para bandar dan kurir bahwa kalian adalah pengkhianat bangsa. Saya pastikan kalian akan berhadapan dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tegasnya.

Dari sisi kesehatan, Direktur RSUD Konawe, dr. H. Romi Akbar, Sp.An-TI.Subsp. TI (K)., FCTA., menekankan fokus pemulihan korban penyalahgunaan narkoba. RSUD Konawe bersama BNNK telah menandatangani MoU sebagai komitmen bersama memerangi dampak buruk narkoba.

“Ke depan, BNNK Konawe akan fokus terhadap klinik rehabilitasi. Jika ini berjalan lancar, ini akan menjadi yang pertama di Sulawesi Tenggara dengan cakupan pelayanan yang luas hingga ke luar daerah,” kata dr. Romi.

Ia juga mengingatkan bahaya zat adiktif jika disalahgunakan.

“Narkoba juga memicu penyebaran penyakit menular seperti Hepatitis atau penyakit liver karena kecenderungan pengguna memakai secara bergantian,” tambahnya.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA