
IKONSULTRA.COM : SULBAR – Dugaan suap dalam percepatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeret oknum anggota DPRD Sulawesi Barat berinisial “RIB”. Laporan terkait dugaan tersebut telah disampaikan Aliansi Rakyat Bersatu ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulbar, bertepatan dengan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulbar pada Rabu (8/4).
Massa aksi mendesak BK segera memproses dugaan pelanggaran etik secara objektif dan transparan. Mereka menilai dugaan suap sebesar Rp50 juta mencederai tujuan program MBG yang seharusnya berorientasi pada kepentingan publik. Dana itu diduga digunakan untuk mempercepat operasional dapur MBG yang berkaitan dengan oknum legislator.
Peserta aksi, Ahyar, mengklaim pihaknya telah mengantongi bukti awal dan menyebut dugaan tersebut melibatkan lebih dari satu oknum legislator.
“Telah kami temukan data dan bukti yang kuat oknum DPRD Sulbar diduga melakukan penyuapan agar dapurnya cepat beroperasi, yaitu kurang lebih Rp50 juta, bahkan lebih,” ungkap Ahyar dalam orasinya.
Juru bicara Aliansi Rakyat Bersatu, Galang, mengatakan laporan resmi telah diajukan ke Badan Kehormatan DPRD Sulbar sebagai langkah awal penanganan etik. Ia juga menyebut pihaknya tengah menelusuri dugaan keterkaitan oknum “RIB” dengan sejumlah dapur MBG di wilayah Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar.
Menurut Galang, aliansi akan terus mengawal kasus ini melalui jalur etik dan politik, serta membuka kemungkinan membawa perkara ke ranah pidana jika ditemukan bukti yang cukup.
Korlap Aliansi Rakyat Bersatu Hajril Hajura menegaskan dugaan tersebut mengarah pada penyalahgunaan program publik untuk kepentingan pribadi. Ia menyebut praktik itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat.
“Kami mendesak Badan Kehormatan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif. Jika dugaan ini benar dan pelanggarannya terbukti, maka harus ada sanksi tegas, termasuk pemberhentian,” tegas Hajril.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengamanan aparat. Hingga berita ini diterbitkan, DPRD Sulbar maupun oknum anggota berinisial “RIB” belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.
Laporan:Redaksi.



Tidak ada komentar