banner 970x250

Atap Bekas dan Dinding Kayu, Begini Kondisi Kelas Siswa SMA Negeri 1 Padangguni

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Agu 2025 18:28 0 113 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Keterbatasan fasilitas membuat siswa SMA Negeri 1 Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, harus belajar di ruang kelas darurat. Bangunan sederhana yang berdinding kayu dan beratap bekas itu dibangun secara swadaya oleh para orang tua murid bersama pihak sekolah.

SMA yang berdiri pada 2023 di Desa Mekar Jaya ini menempati lahan seluas satu hektare. Di awal beroperasi, sekolah hanya memiliki tiga ruang permanen hasil dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Satu ruangan digunakan sebagai kantor, sementara dua ruang lainnya dipakai bergantian untuk proses belajar mengajar kelas X dan XI.

“Keterbatasan bangunan ini membuat kami membatasi jam belajar anak-anak. Ada yang masuk pagi sampai siang, lalu diganti kelas lain dari siang sampai sore,” tutur Kepala SMA Negeri 1 Padangguni, Junaiddin, kamis (07/8/2025).

Kini, jumlah siswa mencapai 129 orang dengan 21 tenaga pendidik. Menurut Junaiddin, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan proposal bantuan ke pemerintah provinsi, namun belum membuahkan hasil.

“Saya sudah lima kali mengusulkan proposal, tapi belum rezeki. Katanya masih ada sekolah yang lebih penting,” ungkapnya.

Tahun ini, ia kembali mengajukan proposal dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sultra.

“Kemarin saya ketemu Pak Kadis, insya Allah dia akan bantu di perubahan anggaran dari 12 proposal kegiatan yang saya ajukan. Mudah-mudahan, tapi kalau belum ada saya disuruh bersabar,” lanjut Junaiddin.

Kondisi minim sarana membuat jam belajar siswa tidak terpenuhi secara optimal. Untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar kelas XII, pihak sekolah akhirnya mendirikan ruang darurat dengan dana hasil patungan orang tua murid dan kepala sekolah.

Laporan: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA