banner 970x250

Protes Dugaan Tambang Ilegal PT MUR, Aksi Pemuda 21 di Plaza Asia Memanas

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 22:26 0 68 Admin

IKONSULTRA.COM : JAKARTA – Aksi demonstrasi Jilid II yang digelar puluhan massa dari organisasi Pemuda 21 di kawasan Plaza Asia Jakarta, yang mereka klaim sebagai kantor operasional PT Mitra Utama Resources (MUR), kembali berlangsung panas dan berujung bentrokan dengan aparat keamanan pada Jumat (28/11/2025).

Gelombang protes lanjutan ini mencuat akibat kekecewaan para peserta aksi yang menilai pemerintah tidak mengambil langkah tegas terkait dugaan operasi tambang ilegal dan aktivitas tongkang tanpa izin di area Taman Wisata Alam Laut Teluk Lasolo, Sulawesi Tenggara, yang disebut-sebut berkaitan dengan PT MUR.

Ketegangan mulai meningkat ketika demonstran berusaha mendekat ke pintu utama Plaza Asia untuk menuntut kehadiran pihak perusahaan guna memberikan klarifikasi. Upaya aparat untuk menahan laju massa memicu dorong-dorongan sehingga situasi sempat memanas.

Ketua Pemuda 21, Nabil Dean, menegaskan bahwa gelaran aksi tahap kedua ini merupakan bentuk penolakan terhadap dugaan pembiaran kerusakan lingkungan.

“Kami sudah menyampaikan tuntutan pada aksi pertama, tetapi tidak ada tanggapan konkret. Kami datang lagi untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari manajemen PT MUR. Aktivitas tongkang ilegal di Teluk Lasolo harus dihentikan, dan pemerintah wajib segera menyegel lokasi tersebut,” tegas Nabil.

Di sisi lain, Egit Setiawan turut mengkritik pemerintah pusat yang dinilai tak cepat menindak dugaan permainan dalam sektor pertambangan.

“Kementerian ESDM harus segera mengaudit izin AMDAL, izin lingkungan, hingga seluruh legalitas IUP PT MUR. Bila ditemukan pelanggaran, jangan ragu cabut izinnya,” ujarnya dengan suara lantang.

Selain itu, para demonstran mendesak Kejaksaan Agung RI serta Gakkum KLHK untuk segera mengambil langkah hukum dan tidak hanya berhenti pada tahap penyelidikan.

“Kerusakan kawasan konservasi merupakan kejahatan lingkungan. Pimpinan PT MUR harus diperiksa dan diproses hukum tanpa pandang bulu,” pungkas Nabil.

Hingga sekarang aksi masih terus berlangsung di bawah pengamanan ketat aparat. Massa juga menyatakan siap menggelar demonstrasi yang lebih besar jika tuntutan mereka tetap diabaikan.

Sementara itu, upaya media untuk mendapatkan tanggapan dari pihak perusahaan masih belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA