
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Kasus dugaan korupsi dana insentif pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, masih terus berproses di Polres Konawe meskipun telah berjalan lebih dari satu tahun sejak mulai ditangani.
Selama periode tersebut, publik menilai progres penyelidikan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Polres Konawe sebelumnya telah mengambil langkah krusial dengan mengajukan permintaan audit ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memastikan potensi kerugian negara.
Audit tersebut diharapkan mampu mengungkap nilai kerugian negara serta dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana insentif. Namun sampai saat ini, BPKP perwakilan Sultra belum mengeluarkan laporan audit tersebut kepada penyidik.
Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.IK melalui Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, S.TrK, S.IK, menegaskan bahwa penyidik masih menunggu laporan resmi dari BPKP sebagai penentu langkah hukum berikutnya.
“Kami masih menunggu hasil audit resmi dari BPKP untuk menentukan jumlah kerugian keuangan negara,” ujar AKP Taufik Hidayat, Rabu 10 Desember 2025.
Untuk mempercepat proses tersebut, penyidik berencana kembali melayangkan surat permintaan hasil audit.
“Kami akan bersurat secara resmi untuk meminta hasil audit dimaksud,” tegasnya.
Dalam proses penanganan perkara korupsi, permintaan audit ke BPKP atau APIP umumnya dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti awal dan keterangan yang dianggap cukup. Tahapan ini menunjukkan adanya indikasi kuat terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan dana.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, audit internal BPKP sebenarnya telah selesai dilakukan. Namun hingga kini, dokumen resmi hasil audit belum diberikan kepada pihak penyidik maupun disampaikan kepada publik.
Lambatnya proses penyerahan hasil audit tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat Konawe. Publik mulai meragukan transparansi dan keseriusan dalam penanganan kasus yang menyangkut uang negara itu.
Masyarakat kini menantikan tindakan tegas dari Polres Konawe dan BPKP. Kejelasan hasil audit merupakan faktor penting agar proses hukum tidak terkesan terhambat, serta dapat berjalan secara akuntabel dan terbuka sesuai harapan publik.
Laporan: Redaksi.
Tidak ada komentar