banner 970x250

Kepastian Tak Jelas, Honorer Aktif Konawe Bersiap Lakukan Aksi Massal

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Nov 2025 15:19 0 107 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Ribuan tenaga honorer aktif di Kabupaten Konawe berencana menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat di depan Kantor Bupati Konawe. Rencana tersebut muncul sebagai bentuk kekecewaan dan desakan agar pemerintah daerah segera menuntaskan penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu yang hingga kini belum juga diterbitkan.

Para honorer yang terdiri dari tenaga pendidikan, kesehatan, hingga teknis merasa proses administrasi yang dilakukan Pemda Konawe berlangsung terlalu lambat, meski sebagian besar dari mereka telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun di berbagai instansi pelayanan publik.

Seorang tenaga honorer aktif yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan rasa frustasinya atas ketidakpastian status yang mereka hadapi.

“Kami sudah bekerja dan mengabdi, tetapi SK tidak kunjung keluar. Ini menyangkut masa depan dan hak kami. Aksi akan kami lakukan karena kami butuh kepastian,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama SK belum diterbitkan, posisi mereka tetap berada pada situasi yang rawan dan tidak jelas, sementara tugas yang mereka jalankan sama beratnya dengan pegawai berstatus resmi.

Selain menyoroti lambannya proses SK, para honorer juga mewaspadai wacana pemerintah pusat terkait kemungkinan penghapusan PPPK Paruh Waktu di seluruh Indonesia. Menurut mereka, jika kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan, Bupati Konawe harus tampil mengambil peran untuk memberikan solusi yang konkret.

“Jika skema PPPK Paruh Waktu dihapus, Bupati Konawe tidak boleh menghindar. Pemerintah daerah harus memberikan solusi, bukan lepas tangan,” tegasnya.

Para honorer menilai kontribusi mereka selama ini cukup besar dalam mendukung jalannya pelayanan publik. Karena itu, mereka menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memberikan kepastian terhadap ribuan tenaga yang masih aktif bekerja tersebut.

Mereka juga mengingatkan bahwa bila pemda tidak segera memberikan kejelasan, gelombang aksi dengan jumlah massa yang lebih besar siap digelar, bahkan hingga tingkat provinsi atau pusat.

Rencana aksi tersebut turut dibenarkan oleh Koordinator Forum Honorer Aktif Kabupaten Konawe, Andriyadi M., S.H., M.H. Menurutnya, banyak honorer yang telah menyampaikan kesiapannya untuk turun ke jalan mendesak terbitnya SK Bupati.

Namun ia mengaku saat ini masih berusaha menenangkan para honorer dengan meminta mereka menunggu sikap dan langkah konkret dari Bupati Konawe, Yusran Akbar.

“Kami masih menunggu kepastian yang hakiki dari Bupati Konawe. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata, aksi besar-besaran dipastikan terjadi,” tegas pria yang akrab disapa Anci, Sabtu (29/11/2025).

Anci menekankan bahwa honorer aktif membutuhkan jawaban pasti dari Bupati Konawe mengenai status mereka—apakah akan diusulkan sebagai PPPK Paruh Waktu atau tidak. Ia juga mengeluhkan semakin sulitnya bertemu langsung dengan Bupati dalam beberapa waktu terakhir.

“Selain menuntut kejelasan status, kami juga mendesak Bupati untuk mengumumkan hasil pemeriksaan inspektorat terkait PPPK tahap satu yang mana kami duga banyak yang dinyatakan lolos dan di-SK-kan sementara mereka tidak aktif mengabdi sebagai tenaga honorer daerah,” tegasnya.

Kini, ribuan honorer aktif menanti keputusan final dari Bupati Konawe yang diharapkan mampu meredam potensi konflik sosial dan menjaga keberlangsungan layanan publik yang selama ini turut mereka topang.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA