
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe saat ini tengah menuntaskan proses pencairan honor bagi kepala desa serta perangkat desa.
Sebagaimana diketahui, pembayaran honor tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang dialokasikan melalui anggaran desa setiap periode.
Kepala BPKAD Konawe, Santoso, menjelaskan bahwa sebagian desa telah menerima pencairan, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses akibat kendala teknis.
“Sebagian sudah, sebagian masih proses, saat ini masih ada gangguan server SIPD,” ungkap Santoso.
Santoso menambahkan, pencairan yang dilakukan saat ini mencakup honor untuk dua bulan, yakni periode September hingga Oktober.
Di sisi lain, seorang aparat desa di Konawe mengeluhkan adanya potongan dari honor yang diterima. Ia menyebut, pemotongan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pameran desa yang digelar di arena STQ Unaaha.
“Untuk aparat desa 300 – 500 per orang, saya tidak tahu kalau BPD,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya.
Menurut sumber tersebut, dana hasil potongan itu digunakan untuk menutupi kebutuhan operasional selama pameran pembangunan desa yang berlangsung selama enam hari, dari tanggal 5 sampai 10 Oktober.
“Pa desa bilang untuk pameran,” tambahnya.
Sementara itu, kepala desa yang bersangkutan saat ditemui di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa dirinya juga mengeluarkan dana pribadi yang cukup besar untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kalau 15 juta sedikit, dekorasi stand saja hampir 5 juta sudah dengan lampu hias, baleho satu juta lebih, yang membengkak biaya operasional atau biaya hari-hari, saya kalau ke unaaha bawa dua mobil. 1 mobil pick up. Keduanya pasti pakai bensin, selama pembuatan stand pameran hingga penutupan biaya pasti lebih dari 15 juta,” terang sang kades.
Ia menegaskan, meski harus mengeluarkan dana pribadi, dirinya tetap berpartisipasi karena kegiatan tersebut merupakan instruksi dari pemerintah daerah Kabupaten Konawe.
Laporan: Redaksi
Tidak ada komentar