banner 970x250

Dialog DPRD–Mahasiswa, Konawe Didorong Jadi Daerah Agraris Berdaya Saing

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Feb 2026 10:32 0 134 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Isu pertanian dan masa depan sektor agraris Kabupaten Konawe menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe. Hal ini mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) ke DPRD Konawe yang membahas peran DPRD dalam mengawal kebijakan pertanian serta diversifikasi komoditas unggulan daerah, Kamis (05/2/2026).

Rombongan ISMPI yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lakidende, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Universitas Sembilan Belas November (USN), serta Universitas Cokroaminoto Palopo, diterima langsung Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.Si, didampingi Anggota DPRD Konawe Rafiq Sepdian Poseno, S.T, mewakili Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd., M.M.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti posisi strategis Konawe sebagai daerah berjuluk lumbung padi Sulawesi Tenggara. Salah satu perwakilan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lakidende secara kritis mempertanyakan arah kebijakan pertanian daerah ke depan.

“Konawe dikenal sebagai lumbung padi. Namun kami ingin mengetahui sejauh mana fungsi pengawasan DPRD, dan apakah ke depan Konawe hanya akan bergantung pada sektor pertanian saja, “ujar mahasiswa tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.Si, menegaskan bahwa Konawe tidak hanya mengandalkan padi sebagai komoditas utama. Menurutnya, daerah ini juga memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Dedy menekankan bahwa pengembangan sektor perkebunan harus dilakukan secara berimbang dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan aspek lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal. Ia menyebut sektor perkebunan diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“Namun demikian, DPRD menaruh perhatian serius terhadap pengawasan perusahaan perkebunan agar mematuhi regulasi, termasuk kewajiban kemitraan dengan petani lokal dan tanggung jawab sosial perusahaan, “terang Dedy.

Lebih lanjut, Dedy menyampaikan bahwa DPRD Konawe terus menguatkan perannya dalam meneguhkan posisi daerah sebagai penyangga pangan utama di Sulawesi Tenggara. Julukan lumbung padi dinilai bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.

Dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD secara konsisten mengawal berbagai program pertanian agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penguatan jaringan irigasi, bantuan bibit unggul, hingga dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), menjadi fokus yang terus diperjuangkan, “papar Dedy.

Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe disebut sebagai kunci menjaga produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Melalui perencanaan anggaran yang terarah, Pemda didorong memastikan keberlanjutan lahan pertanian produktif serta melindungi petani dari ancaman alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Selain peningkatan produksi, DPRD Konawe juga menaruh perhatian terhadap persoalan distribusi dan pemasaran hasil panen. Ketergantungan petani terhadap tengkulak dinilai masih menjadi persoalan klasik yang memerlukan solusi konkret.

“Untuk itu, DPRD mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi tani, serta pembukaan akses pasar yang lebih adil agar petani memperoleh harga jual yang layak, “ucap Dedy.

Ke depan, DPRD Konawe bersama Pemda berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna menjadikan Konawe bukan hanya sebagai lumbung padi, tetapi juga daerah agraris yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Dengan kebijakan yang tepat dan keberpihakan yang kuat terhadap petani, Konawe diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, “pungkas Sekretaris DPC Gerindra Konawe. (Adv).

 

Penulis : Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA