banner 970x250

Desa Toli-Toli Angkat Konservasi Kima sebagai Ikon di Expo Inovasi Desa 2025

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Nov 2025 00:05 0 127 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Pemerintah Desa (Pemdes) Toli-Toli, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, tampil berbeda dalam Expo Inovasi Desa 2025 dengan menonjolkan kima, kerang raksasa yang menjadi simbol pelestarian laut dan kebanggaan masyarakat setempat.

Kepala Desa Toli-Toli, Azis Mukatil, S.Pd., menjelaskan bahwa kima bukan hanya ikon desa, tetapi juga bagian penting dari ekosistem laut yang harus dijaga agar tidak punah. Ia menegaskan, pelestarian kima menjadi bagian dari komitmen desa untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

“Kima ini merupakan salah satu biota laut yang dilindungi. Kalau tidak dipelihara, bisa punah. Padahal, kima punya peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut,” ungkap Azis saat ditemui di lokasi expo, jumat (07/11/2025).

Melalui tema “Manata Laut, Manata Masa Depan, Selamat Kekimbalan Bulan”, Desa Toli-Toli ingin mengajak masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kelestarian laut. Bagi warga setempat, menjaga kima berarti menjaga masa depan kehidupan pesisir.

Selain menonjolkan upaya konservasi, Desa Toli-Toli juga memamerkan berbagai produk unggulan UMKM lokal, seperti ikan teri campur kacang, abon, dan keripik pisang. Produk-produk kuliner ini merupakan hasil karya masyarakat yang menjadi bagian dari program pembangunan tiga tahun terakhir.

Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, bahkan beberapa produk UMKM ludes terjual sebelum kegiatan berakhir. “Ini bukti bahwa hasil produksi masyarakat bisa diterima dan disukai. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan dukungan yang lebih besar,” tambah Azis.

Desa Toli-Toli sendiri merupakan desa definitif sejak 1965, yang telah dua kali mengalami pemekaran—yakni Desa Nii Tanasa pada 1997 dan Desa Wawobungi pada 2007. Saat ini, desa tersebut memiliki 319 jiwa penduduk dari 100 Kepala Keluarga, dengan luas wilayah sekitar 100 km².

Azis berharap, melalui pameran ini Desa Toli-Toli semakin dikenal bukan hanya karena produk lokalnya, tetapi juga karena kontribusinya dalam pelestarian laut dan konservasi biota endemik seperti kima.

“Kita ingin tunjukkan bahwa desa kecil pun bisa berperan besar menjaga alam. Melestarikan laut berarti melestarikan masa depan,” tutupnya.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA