banner 970x250

Retret Kadin di Akmil, Anindya Bakrie: Pengusaha Harus Jadi Pejuang Bangsa

waktu baca 3 menit
Sabtu, 2 Agu 2025 14:15 0 123 Admin

IKONSULTRA.COM : MAGELANG – Sekitar 250 tokoh penting dari lingkungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan berkumpul dalam retret nasional yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan militer. Acara ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (7–10 Agustus 2025), di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Para peserta yang terlibat mencakup jajaran Ketua Umum Kadin Indonesia, Wakil Ketua Umum Koordinator, Wakil Ketua Umum, pimpinan badan dan dewan, Ketua Umum Kadin provinsi, anggota luar biasa, serta perwakilan alumni Lemhannas.

Jika tidak ada perubahan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka kegiatan secara resmi pada Jumat (8/8/2025).

“Kami sudah mengirimkan undangan kepada Bapak Presiden, dan berharap beliau berkenan hadir membuka acara. Ini adalah tonggak sejarah baru bagi Kadin karena untuk pertama kalinya kami menyelenggarakan retret seperti ini,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, usai bertemu Gubernur Lemhannas RI, TB Hasan Syadzily, pada Jumat (1/8/2025).

Digagas sebagai bentuk refleksi dan penyegaran kepemimpinan dunia usaha, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi nasional Kadin dalam menyelaraskan agenda strategisnya dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah.

“Retret ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif agar para anggota Kadin menjadi pengusaha pejuang yang berwawasan kebangsaan, serta mitra aktif pemerintah yang memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambah Anin.

Momentum penyelenggaraan retret ini juga tidak lepas dari dinamika geopolitik dunia yang masih diliputi ketidakpastian, termasuk dampak lanjutan dari konflik Israel–Iran yang meletus pada Juni lalu.

“Kita tidak bisa memastikan apakah gencatan senjata akan bersifat permanen. Kondisi global sangat dinamis, dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, dunia usaha Indonesia harus tangguh, adaptif, dan memiliki wawasan global,” ujar Anin.

Melalui program intensif selama empat hari, retret akan membekali peserta dengan materi strategis yang mencakup isu ekonomi, geopolitik, pertahanan, hingga pembangunan berkelanjutan. Lima tujuan utama yang diusung antara lain memperkuat wawasan kebangsaan, menyelaraskan visi organisasi, serta memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung sistem pertahanan negara.

“Itulah makna sejati dari pengusaha pejuang,” kata Anin.

Retret ini juga akan memberikan pengalaman unik karena seluruh peserta akan tinggal di barak militer.

“Bukan untuk dilatih menjadi tentara, tapi untuk menyerap nilai-nilai semangat juang dan kedisiplinan khas prajurit tempur,” jelas Anin.

Kegiatan ini turut menghadirkan jajaran pejabat tinggi negara sebagai narasumber, termasuk Menko bidang ekonomi, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, serta Gubernur Lemhannas dan Gubernur Akmil. Materi yang diberikan mencakup wawasan strategis nasional, konsensus kebangsaan, hingga isu-isu global yang berdampak langsung terhadap iklim usaha.

Sebagai bagian dari proses evaluasi, peserta wajib mengikuti seluruh sesi serta menyusun makalah sepanjang empat halaman di akhir kegiatan.

“Peserta yang lulus akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan retret,” pungkas Anin.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA