
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PEKAT INDONESIA BERSATU (Pembela Kesatuan Tanah Air) Provinsi Sulawesi Tenggara meminta polemik terkait aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa disikapi secara objektif.
Wakil Ketua DPW PEKAT Indonesia Bersatu Sultra, Karmin, SH, menilai berbagai tudingan yang menyebut PT SCM tidak memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Routa tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
Menurut Karmin, sejak mulai beroperasi sekitar dua tahun lebih terakhir, PT SCM telah menjalankan sejumlah program yang memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Perusahaan sudah memberikan kontribusi nyata, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan, program beasiswa melalui CSR, serta program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahun,” kata Karmin kepada awak media, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam industri pertambangan terdapat tahapan pengembangan yang cukup panjang, mulai dari eksplorasi hingga mencapai produksi penuh. Karena itu, dampak ekonomi yang lebih besar tidak bisa dirasakan secara maksimal dalam waktu singkat.
Selain itu, Karmin menyebut kehadiran PT SCM juga telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Aktivitas perusahaan, kata dia, turut mendorong munculnya berbagai usaha pendukung di sekitar wilayah operasional yang berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat.
“Banyak tenaga kerja lokal yang terlibat dalam operasional perusahaan maupun dalam rantai usaha lainnya. Ini tentu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Terkait tuntutan pembangunan smelter di wilayah Routa, Karmin menuturkan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari proyek jangka panjang yang berkaitan dengan pengembangan industri hilirisasi nikel secara nasional.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diukur dari pajak daerah semata, tetapi juga dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan kepada negara dan kemudian kembali ke daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH).
“Nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah dan akan kembali ke daerah untuk mendukung pembangunan,” jelasnya.
Karmin pun berharap masyarakat dapat bersama-sama mendukung investasi yang masuk di Kabupaten Konawe agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap investasi yang masuk di Konawe dapat terus berkembang dan nantinya juga berkontribusi melalui Dana Bagi Hasil untuk pembangunan daerah,” pungkasnya.
Laporan:Redaksi.
Tidak ada komentar