
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, secara resmi membuka Rapat Penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, dan Rencana Pembagian Air untuk Daerah Irigasi Kabupaten Konawe Zona 3 dan 4, yang digelar di Kecamatan Uepai, Selasa (22/10/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV, Perum Bulog Unaaha, unsur Forkopimcam, para camat, kepala desa, kelompok tani, serta petugas pengamat irigasi.
Dalam arahannya, Bupati Yusran Akbar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, OPD teknis, camat, kepala desa, hingga kelompok tani, agar penyusunan jadwal dan pola tanam dapat berjalan serentak, efektif, dan sesuai kebutuhan wilayah irigasi Zona 3 dan 4.

Ia menyebutkan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret dalam menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan demi mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita Presiden.
Lebih jauh, Yusran menegaskan bahwa Konawe adalah daerah sentra pangan utama di Sulawesi Tenggara, sehingga manajemen air irigasi menjadi faktor kunci keberhasilan pertanian.
“Air adalah sumber kehidupan pertanian. Tanpa pengaturan yang baik, produktivitas kita tidak akan maksimal. Maka rapat seperti ini penting untuk menyamakan visi agar program ketahanan pangan bisa tercapai,” kata Bupati Konawe.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah aktif berkontribusi di sektor pertanian, termasuk Komisi Irigasi, P3A, GP3A, dan Gapoktan, atas dukungannya terhadap program pemerintah daerah.
Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan dan petani agar tetap bekerja sesuai prosedur dan tata kelola yang telah ditetapkan, sehingga setiap kegiatan pertanian dapat berjalan efisien, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Rapat penyusunan ini bertujuan menciptakan kesepakatan bersama antara pemerintah dan petani terkait waktu tanam, pola tanaman padi, palawija, serta komoditas lainnya sesuai ketersediaan air dan kondisi lahan di wilayah irigasi.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Konawe kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mempertegas posisi Konawe sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi.
Tidak ada komentar