banner 970x250

Polairud Sultra Berhasil Bongkar Praktik Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Nov 2025 13:50 0 113 Admin

IKONSULTRA.COM : KENDARI – Tim Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggagalkan aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Operasi ini merupakan bagian dari giat Operasi Sikat Anoa 2025 yang digelar pada Selasa (4/11/2025).

Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Saminata, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mengamankan seorang nelayan berinisial AN (43), warga Desa Bajoe Indah, Kecamatan Soropia, yang diduga akan melakukan praktik pengeboman ikan di wilayah perairan tersebut.

“Pelaku diketahui tengah menyelam untuk mengambil ikan hasil ledakan bom saat personel kami tiba di lokasi kejadian,” ungkap Saminata.

Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kompresor, 16 ekor ikan putih, 10 ekor ikan kembung, satu body batang warna biru, satu kacamata selam, sepasang kaki katak (fin), serta satu jaring ikan.

Menurut Kepala Subsatgas Polairud Operasi Sikat Anoa itu, seluruh barang bukti bersama pelaku telah dibawa ke Markas Komando Ditpolairud Polda Sultra untuk proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, yang secara tegas melarang penggunaan bahan peledak dalam kegiatan penangkapan ikan karena dapat merusak ekosistem laut dan membahayakan keselamatan manusia,” tegasnya.

Saminata menuturkan, Operasi Sikat Anoa 2025 merupakan operasi terpadu yang digelar Polda Sultra guna menekan tindak kejahatan konvensional serta aktivitas yang merusak sumber daya alam, termasuk praktik illegal fishing.

Ia pun mengimbau masyarakat pesisir agar tidak menggunakan bahan peledak, racun, maupun alat berbahaya lainnya dalam menangkap ikan, karena selain merusak lingkungan laut, tindakan itu juga mengancam keselamatan diri sendiri.

“Laut adalah sumber kehidupan. Kalau kita rusak hari ini, generasi mendatang tak lagi bisa menikmatinya,” tutup Saminata.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA