banner 970x250

Kadin Sultra Tegaskan Sinergi dengan Pemprov, Program Ekonomi Dipercepat

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 17:48 0 146 Admin

IKONSULTRA.COM : KENDARI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk berjalan seiring dan sejalan dengan Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat perekonomian daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap seluruh program unggulan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, usai melakukan audiensi bersama Gubernur Sultra di Kantor Gubernur. Dalam pertemuan tersebut, Kadin Sultra menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, Senin (10/2/2026).

“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur yang bertujuan mendorong ekonomi Sultra agar lebih mandiri dan kompetitif. Gerakan Pasar Murah ini adalah salah satu wujud nyata sinergi antara Kadin dan Pemerintah Provinsi,” tegas Anton.

Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah peluncuran Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dijadwalkan mulai bergulir pada 14 Februari mendatang. Program ini menjadi bagian dari dukungan Kadin Sultra terhadap kebijakan pengendalian inflasi Pemerintah Provinsi Sultra, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Anton Timbang menegaskan, Kadin Sultra siap mengawal kebijakan pengendalian inflasi yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Intervensi pasar akan difokuskan pada daerah-daerah rawan lonjakan harga, terutama Kolaka yang saat ini mencatat tingkat inflasi sebesar 6,75 persen.

“Kami mengikuti arahan dan kebijakan Pak Gubernur untuk memastikan ketersediaan bahan pokok strategis seperti beras, telur, dan minyak goreng tetap aman, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan,” jelasnya.

Dalam mendukung visi dan kebijakan Gubernur Sultra, Kadin Sultra memfokuskan peranannya pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan ekonomi daerah melalui intervensi pasar di wilayah yang memiliki tingkat inflasi tinggi, seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi.

Kedua, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pembinaan berkelanjutan, termasuk mendorong hingga 3.000 UMKM naik kelas menjadi badan usaha berbadan hukum PT Perorangan.

Ketiga, penguatan ketahanan pangan melalui pemetaan lahan pertanian produktif serta hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Anton menyebutkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pasar Murah juga menjadi bagian dari uji coba sistem distribusi pangan skala provinsi. Melalui skema ini, UMKM binaan Kadin Sultra akan dilibatkan secara aktif dalam rantai pasok, sehingga potensi ekonomi lokal dapat terserap secara maksimal.

“Sinergi ini mencakup pengendalian harga, ketersediaan stok, hingga dukungan infrastruktur bagi UMKM. Kadin Sultra siap memastikan masyarakat terbantu dan kebutuhan pangan tetap terjangkau,” pungkas Anton.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA