banner 970x250

Tingkatkan Keselamatan Petani, Alishter Sosialisasikan Penggunaan Paraquat yang Aman di Konawe

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 17:27 0 131 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan bagi petani pengguna pestisida terbatas di Aula Kantor Kelurahan Puuduria, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Kamis (09/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Konawe, Rahmad Nur, S.P., Sekretaris Camat Wonggeduku, Reza Priambada Pagala, Kasi Kelurahan Puuduria, Riman, S.E., serta sejumlah petani dari Kelurahan Puuduria.

Ketua Alishter Sulawesi Tenggara, Denis Priyanto, S.P., menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Alishter Pusat, Ir. Mulyadi Benteng, yang tidak dapat hadir langsung karena kondisi kesehatan yang kurang fit.

“Beliau mengamanatkan kepada saya untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ungkap Denis.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada petani, khususnya pengguna pestisida berbahan aktif paraquat diklorida.

Menurut Denis, terdapat tiga tujuan utama dari kegiatan tersebut. Pertama, memberikan pemahaman kepada petani mengenai aturan peredaran dan penggunaan pestisida di Indonesia. Kedua, memberikan pengetahuan terkait pertolongan pertama apabila terjadi keracunan pestisida di lapangan. Ketiga, membekali petani dengan kemampuan menghitung dosis serta volume air yang dibutuhkan saat melakukan penyemprotan.

“Harapannya petani dapat menggunakan pestisida secara aman, bijak, dan efektif sesuai petunjuk pemerintah maupun produsen,” ujarnya.

Denis menambahkan, pada tahun 2026 pelatihan Alishter di Sulawesi Tenggara dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Konawe Selatan dan Konawe. Setiap provinsi mendapatkan dua kabupaten sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Wonggeduku, Reza Priambada Pagala, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan petani dalam penggunaan alat, pestisida, maupun pupuk,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Dinas TPHP Konawe, Rahmad Nur. Ia menilai edukasi mengenai penggunaan pestisida sangat penting karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan petani saat bekerja di lapangan.

“Petani harus menggunakan pestisida sesuai ketentuan dengan membaca label produk, memahami dosis, cara penggunaan, serta aspek kesehatan dan keamanannya,” pungkasnya.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA