banner 970x250

GMA Sultra Ingatkan Pers Soal Isu Anton Timbang: Verifikasi Harus Jadi Prioritas

waktu baca 3 menit
Senin, 16 Mar 2026 18:49 0 65 Admin

IKONSULTRA.COM : KENDARI – Polemik pemberitaan mengenai dugaan penetapan tersangka terhadap Anton Timbang yang beredar di sejumlah media dan platform digital memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Garda Muda Anoa (GMA) Sulawesi Tenggara mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik dengan tetap mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan.

Direktur Eksekutif GMA Sultra, Muhammad Ikbal Laribae, menilai arus informasi yang berkembang saat ini masih memunculkan kebingungan di masyarakat. Hal itu disebabkan adanya perbedaan narasi di berbagai pemberitaan yang beredar.

Ia berharap media tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa adanya konfirmasi yang jelas dari pihak-pihak terkait.

“Media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik. Karena itu kami berharap setiap pemberitaan yang berkaitan dengan isu hukum. Termasuk yang menyangkut Anton Timbang, harus melalui proses verifikasi yang akurat dan menghadirkan prinsip keberimbangan,” kata Ikbal, sapaan akrabnya, Senin (16/3/2026).

Ikbal menegaskan bahwa informasi yang disajikan secara tidak utuh dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengingatkan agar asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi hingga adanya keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

Menurutnya, kerja jurnalistik yang profesional seharusnya mengacu pada kode etik jurnalistik, termasuk melakukan konfirmasi kepada semua pihak yang disebut dalam pemberitaan, memeriksa fakta secara cermat, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Kepercayaan publik terhadap media sangat bergantung pada akurasi dan keseimbangan informasi. Karena itu, kami mengajak seluruh insan pers untuk tetap berpegang pada standar jurnalistik yang profesional,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa pers memiliki fungsi edukasi bagi masyarakat melalui pemberitaan yang objektif dan tidak menghakimi.

“Salah satu tugas Pers memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang utuh, dan objektif. Jangan cenderung menghakimi bahkan tendensius,” ungkapnya.

Selain mengingatkan media, GMA Sultra turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

Dengan adanya klarifikasi serta pemberitaan yang berimbang, diharapkan polemik informasi terkait kasus tersebut tidak semakin meluas dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang objektif serta dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Legal PT Masempo Dalle, Agustinus Nahak, SH, MH, juga membantah kabar yang beredar terkait dugaan penetapan tersangka tersebut.

“Hari ini saya selaku pengacara PT Masempo Dalle mendatangi Bareskrim dan sudah menanyakan kebenaran berita yang sudah beredar dan penyidik, kanit, kasubdit dan semuanya menyampaikan AT tidak pernah di tetapkan sebagai tersangka, mereka tidak pernah lalukan konferensi pers dan malah mereka juga kaget kenapa ada berita begitu, karena mereka tau aturannya,” jelasnya.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA