banner 970x250

Cegah Narkoba Sejak Dini, BNN dan DP3A Konawe Tes Urine Pelajar SMA 1 Unaaha

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jan 2026 13:38 0 76 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe melaksanakan tes urine secara mendadak terhadap siswa SMA Negeri 1 Unaaha, Rabu (07/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Tes urine tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara BNN Kabupaten Konawe dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konawe, dengan melibatkan pihak sekolah serta unsur terkait lainnya.

Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap sejumlah siswa menggunakan metode tes urine. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan disaksikan langsung oleh pihak sekolah sebagai bentuk transparansi pelaksanaan.

Perwakilan DP3A Kabupaten Konawe menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertujuan untuk menghukum siswa, melainkan sebagai langkah preventif dan edukatif agar pelajar menjauhi narkoba sejak dini.

“Apabila nantinya ditemukan hasil positif, pendekatan yang dilakukan adalah pendampingan, mulai dari konseling, rehabilitasi, hingga dukungan psikososial agar anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya dengan baik,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Konawe, Asrianto, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan program nasional yang dilaksanakan berdasarkan instruksi dari BNN pusat.

“Ini adalah program deteksi dini melalui tes urine. Di SMA Negeri 1 Unaaha, sebanyak 22 siswa mengikuti screening, dan hasilnya seluruhnya negatif,”kata Asrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (08/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bersifat inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, ke depan pihaknya masih membuka kemungkinan untuk kembali melakukan kegiatan serupa.

“Hasil kemarin belum maksimal karena saat sidak berlangsung, sekolah sedang ada kegiatan lain sehingga tidak semua siswa masuk. Selain itu, keterbatasan alat tes juga menjadi kendala sehingga belum semua siswa bisa dilakukan screening,” jelasnya.

Asrianto menyebutkan, pihak sekolah memberikan respons positif dan mendukung penuh kegiatan deteksi dini tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memiliki kesadaran akan bahaya narkoba serta mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA