
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, kembali melaksanakan kegiatan Reses II Tahun Anggaran 2026 dengan turun langsung menemui konstituen di Desa Watusa, Kecamatan Puriala, Rabu (11/2/2026).
Dalam reses tersebut, pembangunan rabat jalan disepakati sebagai prioritas utama untuk menunjang aksesibilitas dan perekonomian warga.
Kegiatan yang menjadi bagian dari agenda penyerapan aspirasi masyarakat ini dimanfaatkan sebagai forum dialog antara wakil rakyat dan warga guna mendengar kebutuhan riil, menghimpun masukan, serta menjaring usulan yang akan menjadi bahan perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah ke depan.
Dalam forum dialog terbuka, masyarakat Desa Watusa menyampaikan sejumlah usulan pembangunan yang dinilai mendesak. Salah satu program yang menjadi prioritas dan disetujui dalam kegiatan reses tersebut adalah pembangunan rabat jalan.

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti rabat jalan sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
“Melalui reses ini, kami ingin memastikan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi dan menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah. Infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendasar yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil reses akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD agar dapat diakomodir dalam program dan anggaran pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku.
Kehadiran Ketua DPRD disambut langsung oleh Kepala Desa Watusa, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kapolsek Puriala yang diwakili, serta dihadiri Staf Ahli dan Staf Pimpinan Ketua DPRD. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat yang antusias menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas desa.

Sebelumnya, Ketua DPRD Konawe mengawali agenda resesnya di Desa Amaroa, Kecamatan Uepai, pada Senin (09/2/2026). Dalam pertemuan di Balai Desa Amaroa, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan, antara lain pembangunan sumur bor, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan rumah ibadah, pengadaan bibit ternak sapi, program bedah rumah, hingga bantuan biaya pendidikan.
Dari berbagai aspirasi tersebut, pembangunan sumur bor disepakati sebagai prioritas utama untuk diperjuangkan. Menurut I Made Asmaya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan sumur bor adalah solusi strategis untuk menyediakan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian. Ketersediaan air akan mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui irigasi,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh hasil reses akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum resmi DPRD agar dapat diakomodasi dalam program dan anggaran pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku. Kegiatan reses berlangsung dialogis dan penuh keakraban, dengan harapan masyarakat agar aspirasi yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan demi mendukung kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan warga. (Adv).
Laporan: Redaksi.
Tidak ada komentar