
Detik-detik Rekaman Video Sejumlah honorer Bertemu Bupati Konawe.(Foto:ist). IKONSULTRA.COM : KONAWE – Ribuan tenaga honorer di Kabupaten Konawe kembali berada dalam situasi serba tidak jelas. Nama mereka tidak muncul dalam Surat Bupati terkait daftar peserta alokasi PPPK paruh waktu yang diumumkan Pemda Konawe pada 14 September 2025. Kondisi ini membuat para honorer menagih janji pemerintah daerah yang sebelumnya menjanjikan proses pengusulan.
Situasi semakin memanas setelah beredar sebuah video singkat yang memuat aksi warga menghadang Bupati Konawe, Yusran Akbar, bersama Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya. Rekaman berdurasi 1 menit 5 detik itu memperlihatkan sekelompok warga berkumpul di halaman kantor bupati. Seorang guru honorer terlihat menghadang rombongan pejabat yang baru keluar dari ruangan.
I Made Asmaya yang berada di tempat kejadian sempat memberikan respons kepada warga. Dalam video tersebut, seorang warga menanyakan kelanjutan pengusulan mereka sebagai tenaga PPPK paruh waktu. Menjawab hal itu, Ketua DPRD Konawe menyampaikan bahwa pihaknya telah memasukkan nama-nama honorer kepada bupati dan tinggal menunggu tindak lanjut.
“Kalau saya sudah merekomendasikan ke pemerintah daerah tinggal ditindak lanjuti saja, tadi saya sudah dari pak Bupati dan Bupati sudah memanggil pak sekda untuk menindak lanjuti,” kata Ketua DPRD Konawe dalam video tersebut.
Pernyataan politisi PDI Perjuangan itu kembali menjadi sorotan dan memunculkan kegelisahan baru. Ribuan tenaga honorer merasa semakin tidak mendapat kepastian atas status mereka.
Masih dalam video yang sama, Bupati Konawe Yusran Akbar terlihat meninggalkan ruang kerjanya mengenakan kemeja putih, didampingi sejumlah pejabat. Warga yang menunggu langsung menghampiri dan menanyakan apakah mereka sudah masuk dalam daftar usulan PPPK paruh waktu. Namun bupati hanya memberikan jawaban singkat.
“Nanti korang ketemu pak sekda, sebentar saya balik lagi di sini,” kata Yusran Akbar.
Saat menuju mobil dinasnya, warga kembali meminta kepastian soal nasib mereka. Tetapi Yusran Akbar memilih mengakhiri dialog.
“Sudahmi nantipi, kita mau ada dulu acara,” ucapnya sambil menutup pintu mobil.
Video tersebut sempat tersebar luas melalui WhatsApp dan TikTok, namun saat ditelusuri lebih lanjut oleh awak media, unggahan itu sudah dihapus oleh pemilik akun tanpa keterangan apa pun terkait alasannya.
Sebelumnya, I Made Asmaya dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa DPRD Konawe tengah memperjuangkan sebanyak 3.942 tenaga honorer agar dapat diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Jumlah itu terdiri dari 653 guru, 638 tenaga kesehatan, dan 2.651 tenaga teknis. Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya saat penyerahan SK PPPK penuh waktu tahap 1 dan 2 di halaman Kantor Bupati Konawe pada 1 Oktober 2025.
“Komisi I dan Komisi III DPRD Konawe telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian PAN-RB agar pengangkatan PPPK paruh waktu ini bisa segera direalisasikan,” jelas Made Asmaya.
Hingga laporan ini diturunkan, ribuan honorer di berbagai sektor—guru, tenaga kesehatan, hingga teknis—masih menunggu keputusan final dari Pemerintah Kabupaten Konawe mengenai pengangkatan mereka sebagai PPPK paruh waktu.
Laporan:Redaksi.
Tidak ada komentar