banner 970x250

Puluhan Petani di Mowila Ikuti Pelatihan Penggunaan Herbisida Paraquat Secara Aman

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 17:39 0 67 Admin

IKONSULTRA.COM : KONSEL – Puluhan petani mengikuti pelatihan penggunaan pestisida terbatas yang diselenggarakan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Sulawesi Tenggara di Desa Wonuasari, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (08/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Alishter Pusat Ir. Mulyadi Benteng dan turut dihadiri perwakilan dinas terkait di lingkup Pemerintah Konawe Selatan. Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada petani mengenai penggunaan herbisida berbahan aktif paraquat secara aman serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Ir. Mulyadi Benteng menjelaskan bahwa Alishter merupakan aliansi yang menghimpun perusahaan produsen pestisida berbahan aktif paraquat diklorida. Ia menyebutkan, sekitar 50 hingga 60 perusahaan produsen herbisida paraquat di Indonesia tergabung dalam aliansi tersebut.

“Perlu kami sampaikan kepada pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, serta para petani bahwa semua perusahaan produsen pestisida berbahan aktif paraquat tergabung dalam aliansi yang bernama Alishter,” ujarnya.

Denis menegaskan bahwa kegiatan ini tidak bertujuan mempromosikan produk tertentu, melainkan murni edukasi bagi petani agar memahami penggunaan herbisida paraquat secara aman dan sesuai aturan.

“Dalam pelatihan ini tidak ada aktivitas promosi produk. Ini murni pelatihan bagi petani pengguna paraquat agar memahami penggunaan yang aman,” katanya.

Ia menambahkan, Alishter telah berdiri sekitar 10 tahun dan telah melaksanakan pelatihan di sekitar 400 kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah petani yang telah dilatih mencapai sekitar 40.000 orang. Seluruh kegiatan tersebut didanai oleh Alishter tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan paraquat, penanganan keracunan pestisida, regulasi penggunaan pestisida, serta teknik kalibrasi penyemprotan agar dosis dan konsentrasi yang digunakan sesuai kebutuhan lahan.

Kegiatan dilaksanakan melalui metode Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan mendapatkan materi dari pemateri yang berasal dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta tim Alishter.

Pelatihan ditutup dengan praktik kalibrasi penyemprotan pestisida di lapangan. Denis berharap para peserta dapat menyebarkan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada petani lainnya di wilayah masing-masing.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA