banner 970x250

Panel Surya InaTEWS Raib, Monitoring Gempa di Wakatobi Jadi Terhambat

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 22:51 0 65 Admin

IKONSULTRA.COM : KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari melaporkan terjadinya pencurian komponen vital pada selter InaTEWS (Tsunami Early Warning System) yang berada di sekitar kantor BKKBN Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.

Insiden yang terjadi pada 20 November 2025 itu mengakibatkan hilangnya tiga unit panel surya, yang merupakan komponen penting untuk memastikan pengiriman data gempa bumi secara real time.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari, Rudin, ST, M.Geo, menyayangkan insiden tersebut, ia mengatakan jika panel surya adalah komponen krusial. Tanpa perangkat ini, data dari sensor gempa bumi di Wakatobi tidak dapat dikirimkan secara real time, sehingga mengganggu monitoring kegempaan.

“Hilangnya perangkat ini sangat mengkhawatirkan karena Kabupaten Wakatobi hanya memiliki satu sensor seismograf yang berfungsi memantau aktivitas gempa bumi,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, kata Rudin, jika di Sulawesi Tenggara adalah wilayah yang rawan gempa. Hingga Oktober tahun ini saja, sudah terjadi lebih dari 1.400 kejadian gempa bumi, dan 158 di antaranya dirasakan masyarakat.

BMKG mencatat, total 15 sensor gempa bumi telah terpasang di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Namun, pencurian panel surya di Wakatobi memicu penurunan kualitas monitoring karena proses pengadaan perangkat pengganti membutuhkan waktu panjang.

“Penggantian komponen tidak bisa dilakukan segera. Ada proses pengajuan dan pengadaan yang memakan waktu. Ini tentu berdampak pada keakuratan informasi yang kami berikan,” jelas Rudin.

Kasus Pencurian yang Berulang

BMKG mengungkap bahwa pencurian perangkat monitoring kegempaan bukan pertama kalinya terjadi. Sejak 2015, insiden serupa telah beberapa kali terjadi di berbagai daerah. Bahkan pada awal tahun ini, pencurian sekaligus perusakan alat monitoring gempa bumi dan tsunami juga terjadi di Sidrap, Sulawesi Selatan.

“Kasus di Wakatobi menambah panjang daftar pencurian perangkat BMKG. Kondisi ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas Rudin.

Ia kemudian menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga perangkat pemantauan gempa dan tsunami.

“Sistem peringatan dini adalah untuk keselamatan kita semua. Kami berharap masyarakat dan instansi daerah turut menjaga perangkat BMKG agar dapat berfungsi optimal,” tutupnya.

 

Laporan:Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA