banner 970x250

Oknum Dokter RSJPDO Kendari Diduga Abai Usai Laka Lantas, Keluarga Korban Bereaksi

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Feb 2026 01:10 0 130 Admin

IKONSULTRA.COM : KENDARI – Salah seorang oknum dokter yang masih bersifat pengabdian di Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari diduga tak punya empati usai terlibat kecelakaan lalu lintas, Minggu (22/2/2026).

Oknum dokter berinisial FF tersebut diduga terlibat kecelakaan dengan Asri pada Rabu 18 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 WITA di depan RSJPDO. Akibat insiden itu, korban mengalami luka serius di bagian lengan kanan.

Dandi yang merupakan adik Asri mengatakan, persoalan benar atau salah dalam kecelakaan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian. Namun ia menyayangkan sikap oknum dokter yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi korban.

“Disini kita bukan melihat posisi salah atau benarnya, persoalan kakak saya mengendarai motor dan si dokter menggunakan mobil, persoalan siapa yang melanggar aturan, itu urusan kepolisian,” katanya.

“Yang paling saya sesalkan hingga kini si dokter seperti berupaya melepas tanggung jawab,” tambahnya.

Menurut Dandi, sejak awal mediasi selalu berujung pada kebuntuan tanpa ada titik temu. Ia juga menilai oknum dokter tersebut tidak menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kakaknya.

“Akibat kecelakaan itu, kakak saya menderita 27 jahitan total di lengan kanannya, ia tidak bisa beraktivitas seperti sedia kala untuk sementara waktu, sementara dia anak pertama dan telah berkeluarga,” ungkapnya.

“Jangan kan untuk bertanya keadaan kakak saya, menengok saja tidak, oknum dokter ini tetap bersikukuh bahwa pihaknya merasa benat,” tuturnya.

“Bahkan pada hari h kecelakaan kakak saya sempat disuruh pulang, walau perawatannya belum tuntas, bahkan saat ditanya-tanya polisi si oknum dokter ini masih berbicara tentang salah dan benar,” ujarnya.

Menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan profesi dokter yang selama ini dikenal sebagai penolong masyarakat.

“Ini sama saja minciderai profesi kedokteran, tidak punya empati bahkan mungkin tak manusiawi,” pungkasnya.

Terkait peristiwa tersebut, pihak keluarga meminta IDI Sultra dan manajemen RSJPDO Oputa Yi Koo mengambil tindakan tegas berupa sanksi etik terhadap oknum dokter dimaksud.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Kendari, Iptu Kevin, yang dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas tersebut. Ia menyebut kasus tersebut tengah ditangani unit gakkum.

“Sementara di tangani,” katanya.

Media ini juga telah mengkonfirmasi oknum dokter FF melalui panggilan WhatsApp, namun yang bersangkutan enggan memberikan komentar.

Upaya konfirmasi turut dilakukan kepada Plt Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo, Agus Purwo Hidayat, serta Ketua IDI Sultra, Laode Rabiul Awal melalui panggilan WhatsApp, namun belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA