banner 970x250

Kinerja BPR Bahteramas Dikecam, Mahasiswa Bergerak

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Jul 2025 14:07 0 115 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Puluhan mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) yang tergabung dalam Pergerakan Barisan Hukum dan Advokasi Mahasiswa (PB HAM) Konawe kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor BPR Bahteramas Konawe pada Selasa, 22 Juli 2025.

Dalam demonstrasi tersebut, massa aksi membawa berbagai poster serta spanduk berisi tuntutan, menyerukan pemberhentian Direktur Utama BPR Bahteramas, Dr. Ahmat, SE, MM, yang dianggap lalai dalam melindungi data nasabah. Para mahasiswa menilai pimpinan bank tersebut gagal menjalankan tanggung jawabnya terkait dugaan kebocoran data perbankan.

Koordinator lapangan, Muh. Supril, menilai tindakan Dirut BPR Bahteramas yang terkesan lamban dan menghindar dari permasalahan justru memperburuk citra lembaga keuangan milik pemerintah daerah itu.

“Kami mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara dan Bupati Konawe segera mencopot Dirut BPR karena gagal menjaga integritas dan keamanan data nasabah,” tegas Supril dalam orasinya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tekanan moral kepada pemerintah daerah dan tidak akan berhenti sampai tuntutan ditindaklanjuti. PB HAM bahkan menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dalam skala yang lebih besar pada Senin mendatang.

Sehari sebelum aksi berlangsung, tepatnya Senin, 21 Juli 2025, PB HAM juga telah melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Konawe. Dalam laporan tersebut, mereka menyoroti adanya dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit serta lemahnya sistem perlindungan data internal di tubuh BPR Bahteramas.

Demonstrasi berjalan dengan tertib dan damai di bawah pengawasan aparat kepolisian. Para mahasiswa juga menyampaikan berkas laporan mereka secara langsung kepada pihak kejaksaan dan mendesak agar dilakukan proses hukum secara transparan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Kami menduga ada pelanggaran serius dalam tata kelola BPR Bahteramas, termasuk potensi penyalahgunaan kekuasaan,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Sorotan terhadap BPR Bahteramas semakin tajam mengingat perannya yang vital dalam mendukung masyarakat akar rumput, termasuk petani dan pelaku usaha kecil. Para mahasiswa berharap tekanan yang disuarakan dapat mendorong pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah nyata demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan daerah.

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA