
Stand Expo Inovasi Desa Lalombonda.(Foto:is). IKONSULTRA.COM : KONAWE – Pemerintah Desa (Pemdes) Lalombonda, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, turut ambil bagian dalam Expo Inovasi Desa 2025 yang digelar mulai tanggal 5 hingga 10 November 2025 di Area STQ Unaaha. Kegiatan ini menjadi ajang bagi 291 desa se-Kabupaten Konawe untuk memamerkan kreativitas, potensi, dan produk unggulan masing-masing desa.
Kepala Desa Lalombonda, H. Muh. Rustam Alopu, A.Ma., Pd., mengatakan bahwa pihaknya menampilkan berbagai produk unggulan hasil UMKM lokal, di antaranya kerajinan tangan dari bahan kerang laut yang diolah menjadi pot bunga, hiasan dinding, hingga tempat tisu. Menariknya, kerajinan ini telah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun dan bahkan sudah menembus pasar di beberapa daerah lain di luar Konawe.

Selain kerajinan tangan, stan Desa Lalombonda juga menghadirkan aneka kue kering tradisional, seperti kue ranggina, yang semuanya merupakan hasil olahan dari pelaku UMKM Desa Lalombonda.
Dalam kesempatan tersebut, Pemdes Lalombonda juga menampilkan dokumentasi berbagai program dan kegiatan Dana Desa (DD), mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), pembangunan lapangan voli, pembagian bantuan ternak untuk ketahanan pangan, hingga proyek infrastruktur desa yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2023 hingga 2025.

Menurut H. Muh. Rustam, pelaku UMKM di desanya sangat merespons positif kegiatan Expo Inovasi Desa ini. Ia menilai, ajang seperti ini mampu menjadi wadah promosi dan motivasi bagi para pelaku usaha kecil di desa untuk terus berinovasi dan mengembangkan produknya.

“Kami dari Pemerintah Desa Lalombonda sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Konawe atas terselenggaranya kegiatan Expo Inovasi Desa tahun ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Expo Inovasi Desa 2025 ini menjadi momentum penting bagi pemerintah desa se-Konawe untuk memperkenalkan potensi, memperkuat kerja sama antar-desa, sekaligus menumbuhkan semangat inovasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Laporan: Redaksi.
Tidak ada komentar