
“Bupati Konawe, Yusran Akbar (tengah) dan Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya (kanan)” (Foto:ist). IKONSULTRA.COM : KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyepakati finalisasi skema pembiayaan dua proyek strategis tahun 2026, yakni pembangunan RSUD Pratama Konawe (Tipe D) dan Pasar Induk Pangan.
Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Teknis Pembiayaan Pembangunan yang dipimpin Bupati Konawe, Yusran Akbar, di Ruang Rapat Bupati Konawe, Senin (25/5/2026).
Total pinjaman yang disiapkan mencapai Rp 66,879 miliar untuk pembangunan rumah sakit dan Rp 44,089 miliar untuk Pasar Induk Pangan. Bupati Yusran menegaskan proyek tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk pelayanan masyarakat dan peningkatan PAD.
Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand, menjelaskan lokasi RSUD Pratama Konawe berada di Kecamatan Anggalomoare, sekitar 10 kilometer dari Kota Kendari dan 20 kilometer dari Kawasan Industri Morosi. Rumah sakit akan dibangun di lahan seluas 2,3 hektar dengan desain dua lantai berkonsep vertikal seluas 4.200 meter persegi dan kapasitas 50 tempat tidur.
“Kami memilih lokasi ini dengan pertimbangan polusi. Jauh dari industri nikel di Morosi karena radius 5 km terpapar logam berat, namun dekat dengan tujuh kecamatan di wilayah bawah,” tegas Sekda Ferdinand mengutip arahan Bupati.

Bupati Yusran juga meminta desain rumah sakit dibuat ekonomis namun tetap nyaman dan tahan lama. “Jangan buat rumah sakit seperti bangunan biasa. Ini untuk orang sakit. Kalau lihat bangunannya bagus seperti hotel, psikologinya juga ikut enak. Tapi yang utama adalah tahan lama dan pelayanannya nomor satu,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPD) turut mengusulkan agar pembayaran pokok dan bunga pinjaman tidak menumpuk pada 2028-2029. Selain itu, Bupati Yusran menyoroti kenaikan BI Rate yang diperkirakan memengaruhi suku bunga pinjaman daerah.
“Saya ngecek BI Rate naik. Ini cenderung pasti berpengaruh ke skema pinjaman daerah. Kita akan negosiasikan lagi dengan PT SMI agar bunganya tidak memberatkan,” kelakar Bupati.
Sementara itu, Ketua DPRD Konawe, Imade Asmaya, meminta skema pengembalian pinjaman dipaparkan secara transparan kepada publik. “Konawe punya rekam jejak pinjaman yang baik. Kita tidak pernah macet. Tapi kami mohon, lokasi rumah sakit harus benar-benar strategis dan pelayanannya optimal. Jangan sampai bangunan megah tapi masyarakat kecewa,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Yusran juga memutuskan mengganti nama proyek menjadi RSUD Pratama Konawe. “Jangan disebut Rumah Sakit Morosi. Nanti kecamatan lain komplain. Saya namakan saja Rumah Sakit Pratama Konawe. Ini identitas kita semua,” tutupnya.
Laporan:Redaksi.



Tidak ada komentar