banner 970x250

JMSI Apresiasi Langkah Kementerian Koperasi Perkuat Ekonomi Berbasis Koperasi

waktu baca 4 menit
Kamis, 22 Jan 2026 15:33 0 99 Admin

IKONSULTRA.COM : JAKARTA — Kementerian Koperasi terus mempercepat pembenahan internal dan program strategis nasional agar koperasi benar-benar menjadi instrumen ekonomi rakyat. Salah satu fokus besar yang tengah dikebut adalah penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ekosistem usaha baru yang terintegrasi dari desa hingga nasional.

“Tugas ini memang tidak ringan. Sesuai keinginan Presiden, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih khususnya akan menjadi instrumen ekonomi baru sehingga masyarakat desa dan kelurahan tidak sekadar menjadi penerima manfaat tapi juga menjadi pelaku usaha ekonomi,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Ia menegaskan, koperasi akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling terhubung dengan UMKM, pasar tradisional, BUMDes, hingga komunitas media. “Mereka akan menjadi bagian dari ekosistem baru ekonomi yang terintegrasi dengan banyak lembaga ekonomi lain seperti UMKM, pasar tradisional, Bumdes dan sebagainya, termasuk masyarakat media seperti JMSI,” jelas Ferry.

Penjelasan tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat menerima kunjungan organisasi perusahaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Ferry memaparkan progres pembangunan fisik Koperasi Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

“Per hari ini data tanah yang teridentifikasi di sistem informasi manajemen Koperasi Merah Putih ada 47 ribu titik tanah yang siap dibangun fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan Koperasi Merah Putih. Yang sedang dibangun 27 ribu fisik gerai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan fisik terus dipercepat. “Diharapkan Maret atau April sekitar 25 ribu sampai 30 ribu bangunan fisik gerai, gudang, dan perlengkapan selesai dibangun dan siap untuk operasional,” katanya.

Dengan target tersebut, hingga akhir 2026 diharapkan pembangunan fisik 80 ribu Koperasi Merah Putih dapat dirampungkan.

Di sisi lain, Kementerian Koperasi juga melakukan pembenahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Salah satu langkah krusial adalah perubahan strategi komunikasi untuk menjangkau generasi muda.

“Di tahun 2026 ini ada beberapa perubahan strategi yang sudah dan sedang dilakukan Kementerian Koperasi. Yang pertama adalah perubahan strategi komunikasi, karena kita ingin menyasar kalangan Milenial dan Gen Z,” ujar Ferry.

Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar menjadi pelaku ekonomi koperasi yang andal.

“Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program utama pemerintahan Prabowo Subianto didisain untuk mendorong peningkatan produktivitas bangsa, dan menjadi wadah untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Ferry yang baru terpilih sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Perubahan strategi komunikasi tersebut berjalan seiring dengan transformasi digital koperasi. Ferry menjelaskan bahwa selama ini data koperasi masih bersifat statis dan belum terintegrasi secara utuh.

“Kita mau bertransformasi dari data-data yang sebelumnya sifatnya masih sangat statis. Kementerian Koperasi kemarin-kemarin hanya sekadar mendapatkan laporan Rapat Anggota Tahunan, misalnya, tapi tidak memiliki data yang lebih utuh, lebih komplit,” urainya.

Ia berharap, dengan pembenahan tersebut, koperasi dapat berkembang sebagai badan usaha yang berorientasi profit namun tetap memberi manfaat luas.

“Dari sejumlah perubahan yang dilakukan, diharapkan koperasi dapat tumbuh tidak sekadar lembaga tapi dapat menjadi badan usaha yang berorientasi profit dan bermanfaat untuk anggota dan masyarakat,” tambahnya.

Untuk mendukung agenda besar itu, Kementerian Koperasi juga melakukan penguatan kelembagaan, termasuk penambahan sekitar 800 pegawai dan peningkatan status kementerian menjadi Kelompok II.

Selain itu, proses finalisasi daftar inventarisasi masalah draf undang-undang sistem perkoperasian nasional juga tengah berjalan guna menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Kementerian Koperasi menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan dengan menggandeng Ikopin University di Jatinangor, Sumedang.

“Kami sudah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nanti akan ada mata kuliah dasar tentang koperasi dan ekonomi Pancasila di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, akan ada program KKN yang diperbantukan langsung untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Tak kalah penting, optimalisasi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga terus dilakukan untuk memperkuat pembiayaan koperasi.

“Sesuai Inpres 9/2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kami mendapatkan amanah untuk membuat model bisnis dan menyelenggarakan modul-modul pelatihan,” kata Ferry.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Koperasi dalam mewujudkan amanat konstitusi dan visi Presiden Prabowo Subianto.

“Kami memahami tugas Kementerian Koperasi yang tidak mudah. Sebagai organisasi perusahaan yang bergerak di sektor media dan pemberitaan, kami memiliki sumber daya yang siap memberikan dukungan,” ujar Teguh.

Dalam pertemuan di ruang rapat lantai 8 tersebut, Teguh didampingi Ketua Harian Ari Rahman, Wakil Bendahara Riza Awaluddin, Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas Dino Umahuk, Ketua Bidang Usaha dan Pendanaan Syarif Hidayatullah, serta staf Sekretariat Nurfaizah Al Adabiyah.

Teguh juga menyatakan keyakinannya terhadap kepemimpinan Ferry Juliantono. Ia menilai, dengan pengalaman panjang di berbagai organisasi, Ferry mampu mengemban amanah dan penugasan khusus dari Presiden Prabowo.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA