banner 970x250

Jalan Puuwiwirano -Tanggola di Routa Rampung, Komitmen PT SCM Dukung Infrastruktur Desa

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Feb 2026 16:41 0 176 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM), anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) dan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur jalan penghubung antardesa di wilayah lingkar tambang, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Salah satu realisasi terbaru adalah rampungnya pembangunan jalan penghubung Desa Puuwiwirano–Tanggola sepanjang 2,873 meter dengan nilai investasi Rp 2,1 miliar, yang kini telah difungsikan.

Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT SCM tahun 2025 dan telah resmi diserahterimakan pada akhir tahun lalu. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan kualitas konektivitas dasar bagi masyarakat Kecamatan Routa yang berjarak lebih dari 300 kilometer dari ibu kota Kabupaten Konawe.

Selain pembangunan jalur Puuwiwirano–Tanggola, PT SCM juga secara rutin melakukan perbaikan jalur penghubung dari Kabupaten Konawe Utara menuju wilayah operasi perusahaan di Kecamatan Routa. Ke depan, pengembangan infrastruktur jalan akan dilanjutkan pada jalur Walandawe–Puuwiwirano yang memiliki tingkat tantangan lebih tinggi karena harus melintasi tiga aliran sungai dan membutuhkan pembangunan jembatan beserta fasilitas pendukung.

Proses pembangunan jalan Puuwiwirano–Tanggola melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Material proyek sebagian besar disediakan melalui Koperasi Desa Merah Putih Tanggola, sementara alat berat seperti excavator dan truk berasal dari milik warga. Masyarakat juga terlibat langsung sebagai sopir truk dan pengawas lapangan, sehingga proyek ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.

Pengerjaan dilakukan melalui asesmen teknis menyeluruh, mencakup pembukaan lahan, pembangunan jembatan, pembuatan tanggul jalan, serta penguatan struktur jalan. Jalan dibangun dengan lebar rata-rata lima meter menggunakan material agregat-quarry dengan kedalaman hingga 60 cm dan dipadatkan menggunakan alat berat compactor. Sistem drainase juga dirancang untuk mengalirkan air hujan ke sungai atau jurang guna mencegah genangan yang berpotensi merusak jalan.

Desa Puuwiwirano dan Tanggola yang dihuni lebih dari 800 jiwa selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang buruk, terutama saat musim hujan yang kerap memicu longsor. Kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya aktivitas ekonomi, serta sulitnya mobilitas masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.

Dengan hadirnya jalan penghubung yang lebih layak, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menjangkau pasar, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan akses ke fasilitas penting seperti sekolah dan rumah sakit. Kepala Desa Tanggola, Supardi, menyampaikan harapannya, “Setelah pengembangan jalan ini, kami berharap ada pengembangan akses berupa jembatan yang lebih layak ke arah desa lainnya sehingga dapat lebih memudahkan aktifitas warga desa.”

Sementara itu, seiring berjalan proyek penghubung Puuwiwirano–Tanggola, PT SCM juga mulai merintis proyek pengaspalan jalan desa di Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Konawe Utara. Proyek ini menjadi pengaspalan jalan pertama di wilayah lingkar tambang PT SCM dan tergolong menantang karena keterbatasan akses serta mobilisasi alat berat.

Program pengembangan infrastruktur jalan ini dinilai sebagai langkah strategis awal dalam memperkuat konektivitas antardesa sekaligus membuka peluang ekonomi jangka panjang. “Kami berkomitmen mendukung pengembangan wilayah sekitar tambang melalui program PPM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Didik Fotunadi, Kepala Teknik Tambang PT SCM.

Melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wilayah lingkar tambang, PT SCM berharap peningkatan aksesibilitas dapat mendorong interaksi sosial antardesa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (AKS/MCASCM2026)/RLS.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA