
IKONSULTRA.COM : KONAWE – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penolakan pasien kecelakaan lalu lintas (lakalantas) oleh BLUD Rumah Sakit Konawe viral di media sosial Facebook dan menuai beragam komentar dari warganet. Video tersebut pertama kali dibagikan oleh seorang warga bernama Tini Aisyah, yang mengaku menjadi pihak yang menolong korban di lokasi kejadian, Senin (15/12/2025).
Saat dikonfirmasi awak media, Tini Aisyah menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 11.00 Wita, saat dirinya bersama suami dan anaknya dalam perjalanan pulang dari Unaaha menuju rumah, usai mengurus keperluan dari Puskesmas Wawotobi.
Dalam perjalanan melintasi kawasan hutan di perbatasan Palarahi dan Korumba, Tini melihat seorang anak tergeletak di pinggir jalan akibat kecelakaan tunggal. Menurutnya, korban terlihat pucat dan mengalami luka sobek di bagian belakang tubuhnya.
“Banyak mobil lewat tapi tidak ada yang mau menolong. Saya lihat anak itu sudah pucat, jadi saya putuskan langsung membawanya ke rumah sakit,” ujar Tini.
Setibanya di BLUD RS Konawe, suami Tini disebut telah meminta petugas rumah sakit untuk menyiapkan ranjang agar korban bisa segera ditangani. Namun, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa ruangan dalam kondisi penuh (full) sehingga pasien tidak dapat dilayani.
“Kami sudah mohon supaya ditangani dulu karena ini korban kecelakaan. Tapi tetap ditolak dengan alasan ruangan penuh,” ungkapnya.
Tini juga menyebut salah satu petugas sempat melihat korban dari dalam mobil dan menyatakan bahwa kondisi korban tidak parah. Padahal, menurut Tini, korban terus menangis dan mengeluh kesakitan.
Petugas rumah sakit kemudian mengarahkan agar korban dibawa ke Rumah Sakit Setia Bunda. Namun, Tini mengaku ragu karena tidak mengetahui kondisi ekonomi maupun keberadaan keluarga korban, mengingat rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit umum berbayar.
“Saya hanya menolong dan tidak menjaga sampai selesai karena keluarganya sudah datang,” jelasnya.
Usai kejadian tersebut, korban akhirnya diketahui telah ditangani oleh Puskesmas Wawotobi.
Tini Aisyah berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia meminta pihak rumah sakit, khususnya RS Konawe, agar mengedepankan penanganan awal terhadap pasien kecelakaan atau kondisi darurat.
“Kalau ada pasien sakit atau kecelakaan, tolong dilayani dulu, meskipun hanya duduk di kursi. Yang penting lukanya ditangani. Jangan langsung ditolak, karena nyawa itu sangat berharga,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BLUD RS Konawe belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pasien tersebut.
Laporan:Redaksi.
Tidak ada komentar