banner 970x250

PB HAM Resmi Dilantik, Andre Darmawan Ingatkan Aktivis Tetap Beridealisme

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 23:04 0 61 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Pengurus PB HAM Konawe Raya resmi dilantik di sebuah hotel di Kota Unaaha. Meski tanpa kehadiran pejabat pemerintah daerah, kegiatan pelantikan tetap berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh kekhidmatan, Kamis (20/11/2025)

Dalam amanatnya, Dewan Pembina PB HAM, Andre Darmawan, menegaskan kembali makna dan peran substantif seorang aktivis dalam membangun kesadaran publik. Ia menilai bahwa aktivisme tidak sebatas predikat, melainkan karakter yang melekat pada individu yang memiliki kepekaan tinggi terhadap berbagai dinamika sosial.

“Aktivis bukan sekadar label. Status itu melekat pada jiwa seseorang yang peduli terhadap isu-isu di sekitarnya isu sosial, politik, budaya, keadilan, hingga kebenaran. Jika seseorang tidak peduli pada persoalan di tingkat desa, kecamatan, atau kabupaten, ia tidak bisa disebut aktivis,” ujar Andre.

Ia melanjutkan bahwa sikap peduli saja belum cukup. Seorang aktivis harus tampil aktif dalam kerja-kerja advokasi, kegiatan sosial, serta tetap berpegang pada nilai dan prinsip perjuangan.

“Jika aktivis tidak memiliki idealisme, ia mudah terombang-ambing. Tidak jelas apa yang diperjuangkan dan tidak jelas apa yang ingin dicapai. Sedikit angin saja bisa membuatnya goyah,” tegasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Andre mengingatkan pentingnya meningkatkan kapasitas intelektual sebagai bekal dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, yang hadir mewakili Kapolres AKBP Noer Alam, menyinggung tantangan kepolisian dalam menangani wilayah hukum Konawe yang luas, sementara personel terbatas. Karena itu, ia menilai kolaborasi dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting.

“Konawe ini wilayahnya luas. Kami sangat membutuhkan masukan, kritik, dan kolaborasi. Dengan kehadiran PB HAM, kami berharap bisa bekerja sama dalam mengawal pembangunan,” ujarnya.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan berlanjut ke sesi dialog publik dengan tema: “Menciptakan Ruang Intelektual Pemuda dan Mahasiswa sebagai Basis Gerakan Perubahan melalui Penguatan Literasi Kritis, Produksi Gagasan, dan Aksi Sosial Transformatif”.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA