banner 970x250

Produk Kue Rumahan Rapambinopaka Curi Perhatian Pengunjung Expo Konawe 2025

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Nov 2025 19:27 0 76 Admin

IKONSULTRA.COM : KONAWE – Pemerintah Desa (Pemdes) Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe turut ambil bagian dalam Expo Inovasi Desa Konawe 2025 yang berlangsung di pelataran STQ Unaaha, sejak 5 hingga 10 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 291 desa se-Kabupaten Konawe, yang menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan.

Berbeda dengan beberapa desa lain, Desa Rapambinopaka tampil dengan konsep sederhana namun autentik hanya menampilkan produk asli buatan masyarakat lokal.

Kepala Desa Rapambinopaka, Lubis, S.E, menegaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil industri rumahan warga setempat.

“Kami pastikan semua produk yang dibawa ini murni buatan masyarakat kami sendiri. Biar sedikit, tapi benar-benar produk rumahan, hasil olahan warga seperti kue raginang, kue putu, kue air, keripik pisang, minyak kelapa, dan blondo (ampas dari pembuatan minyak kelapa),” jelas Lubis.

Dari sejumlah produk tersebut, kue putu berbahan dasar beras ketan, menjadi yang paling laris, bahkan sudah terjual hingga lebih dari 30 dos selama pameran berlangsung.

Lubis juga menuturkan bahwa beberapa produk UMKM Desa Rapambinopaka sudah menembus pasar luar daerah.

“Kalau yang seperti kue putu dari beras ketan itu, sudah sampai keluar provinsi karena tahan lama,”ujarnya.

Selain sektor kuliner, Desa Rapambinopaka juga memiliki potensi besar di bidang industri dan investasi, salah satunya rencana pembangunan galangan kapal yang berlokasi di desa tersebut. Proyek yang telah memulai pembebasan lahan sejak 2017 itu kini masih menunggu kehadiran investor untuk realisasi penuh.

“Galangan kapal ini satu-satunya di Konawe yang direncanakan di Desa Rapambinopaka. Semua sudah siap, tinggal menunggu investor yang ingin berinvestasi,” terang Lubis.

Desa Rapambinopaka juga memiliki potensi lain seperti Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), rencana pembangunan depot Pertamina, pengolahan limbah oli menjadi BBM solar, serta pengembangan kawasan wisata dan villa. Semua ini dipamerkan melalui dokumentasi visual di stand pameran.

Dalam refleksinya terhadap penyelenggaraan expo, Lubis menyampaikan apresiasi sekaligus masukan agar kegiatan seperti ini dapat dipersiapkan lebih awal.

“Kami berharap expo seperti ini bisa disampaikan jauh-jauh hari. Kalau ada pemberitahuan sebulan sebelumnya, kami bisa menampilkan lebih banyak potensi desa,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan expo ini memberi dampak positif dalam hal promosi dan pertukaran informasi antar-desa, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi dan investasi yang ada di Rapambinopaka kepada pengunjung dan pihak luar.

Sebagai bagian dari transparansi desa, Pemdes Rapambinopaka juga menampilkan dokumentasi realisasi APBDes tahun 2024–2025, yang menunjukkan komitmen pemerintah desa dalam pengelolaan anggaran dan pembangunan berkelanjutan.

 

Laporan: Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA